WELCOME

For everyone who love classical stories
from many centuries until millenium
with some great story-teller around the world
these is just some compilation of epic-stories
that I've read and loved so many times
... an everlasting stories and memories ...

Translate

Wednesday, July 31, 2013

Books "JUST PATTY"

Judul Asli : JUST PATTY
Copyright © 1912, by Jean Webster
Penerbit Orange Books
Alih Bahasa : Rien Chaerani
Editor : Azzura Dayana
Lay-out : Nurhasanah
Pemeriksa Aksara : Erdyant
Desain Sampul : Windu Tampan
Cetakan I : April 2010 ; 270 hlm                   
~ Conclusion in English ~

Kisah kehidupan para remaja di sekolah asrama selalu menarik untuk disimak, terutama asrama para gadis belia yang tak pernah kehabisan akal dalam usaha mengisi kehidupan sehari-hari antara sekolah dan kegiatan waktu luang. Jika sebelumnya diriku terbiasa dengan kisah kehidupan sekolah asrama di Inggris karya Enid Blyton, maka kisah klasik karya Jean Webster ini, sedikit banyak memiliki kesamaan, meski lokasi serta para tokohnya hidup di Amerika.

Patty Wyatt, Pricilla Pond, dan Constance ‘Conny’ Wilder adalah tiga sekawan yang tak terpisahkan dan selalu siap beraksi melakukan kegiatan ‘hiburan’ ditengah kesibukan dan kebosanan menunaikan pendidikan mereka di Asrama St. Ursula. Tingkah laku mereka, Patty ‘sang pemimpin’ yang tak pernah kehabisan ide-ide baru, Conny ‘sang pemberani’ yang selalu siap mengikuti perintah Patty, disertai dengan Pricilla yang tekun serta rajin, menjadi bahan pembicaraan yang tak pernah habis dikalangan para guru. Hingga suatu saat, diambil keputusan bahwa ketiganya harus dipisahkan satu sama lain, tidak diperbolehkan tinggal bersama dalam satu kamar.



Para guru berharap ‘kenakalan’ tiga serangkai ini akan berkurang setelah adanya ‘pemisahan’ tersebut. Dan sekali lagi Patty membuktikan ‘kecerdasan’ otaknya untuk menyiasati anjuran sang keapal sekolah, saat mereka melakukan protes karena telah dipisahkan satu sama lainnya. Alhasil para guru semakin pusing dengan berbagai laporan dari para siswa lainnya. Lalu bagaimana cara mereka menanggulangi setiap ‘hasil-ulah’ Patty, Pricilla dan Conny, yang sebenarnya gadis-gadis lincah, baik hati, cerdas dan memiliki kemauan keras ini ...

Membaca kisah yang penuh adegan unik sekaligus mengundang rasa geli, membuat bacaan ini habis dalam sekejab. Meski ada beberapa ‘kejanggalan’ disana-sini (hal yang biasa terjadi pada edisi terjemahan bacaan klasik yang tidak mampu menangkap suasana sebenarnya), namun secara keseluruhan tetap mampu menarik minatku untuk menyelesaikannya hingga tuntas. Patty Wyatt sebagai tokoh utama kisah ini, memiliki sifat-sifat serta karakter menunjang keseluruhan kisah, apalagi jiwa kepemimpinannya acapkali muncul untuk menggerakkan teman-temannya melakukan apa pun yang ia usulkan.

Mulai dari protes terhadap pemisahan dirinya dengan kedua sahabat karibnya, unjuk rasa terhadap tugas-tugas oleh salah satu guru, demi menolong temannya yang kesusahan dan lambat mengikuti pelajaran, mengganggu temannya dengan menyamar sebagai sosok hantu hingga bertemu dan menyelamatkan seorang pencuri yang kelaparan. Patty yang cukup impulsif terutama jika menyangkut ide-ide yang bermunculan di benaknya, akan mampu bukan sekedar memberikan hiburan, tetapi juga menyentuh nurani dengan kebaikan hati yang terkadang muncul tanpa pernah diduga sebelumnya. Kisah petualangan Patty serta sahabat-sahabatnya akan berlanjut dalam buku ‘When Patty Went To College’ yang uniknya ditulis jauh sebelum buku ‘Just Patty’ ini rilis.

Conclusion :
The story about a bunch teenage-girls, living in the dormschool at America, it’s so funny adn hillarious, full with fun actifities too (but most of them considerate as ‘disturbing-the-peace’ by teachers and against adult survision). Patty Wyatt is the leader and inspiration behind almost everything that considerate as ‘act-between-boredoom’ are just plain simple as the way to escape from anything they don’t like. She is describing as a person who rather impulsif when she have an idea, even it involving ‘skip’ the routine program by the school. Surprisingly, she almost never get caught, and when she caught, she can easly gave some excuses for all her reason ...it’s not a perfect example fo good behavior, but at the end, the moral issue and consciencenous gave Patty and her friends a huge wake-up call. For easy and light reading,  I recommended this for you, it’s fun too for sure (^0^)

Tentang Penulis :
Alice Jane Chandler Webster ( 24 Juli 1876 - 11 Juni 1916), lahir dan menghabiskan sebagian besar kehidupannya di New York City, Amerika, sangat menyukai kegiatan menulis semenjak kecil, bisa jadi karena ia memiliki garis keturunan dengan penulis Mark Twain, yang merupakan saudara kakeknya. Uniknya pada masa pendidikan dasar, ia memiliki kesulitan dalam mengeja, sehingga saat gurunya bertanya : “Siapa yang mengajarimu mengeja seperti itu?”, gadis cilik ini menjawab dengan bergurau : “Websters.” (nama keluarganya kebetulan sama dengan nama penulis kamus ternama asal Amerika).

Nama Jean Webster digunakan sebagai nama pena kala ia memulai karir sebagai penulis secara serius. Ia memperoloeh pendidikan yang bermutu dan merupakan lulusan dari Vassar College di tahun 1901. Dalam serangkaian kunjungan amalnya ke kalangan jelata, ia yakin bahwa anak-anak yang kurang mampu, bisa meraih kesuksesan dalam hidupnya. Gagasan itu ia kembangkan dengan sentuhan humor dalam bukunya Daddy-Long-Legs, yang meski bukan karya perdananya, namun mendapat tanggapan yang sangat positif dari kalangan pembaca ketika rilis di tahun 1912, serta melejitkan nama Jean Webster sebagai penulis berbakat.

Kisah Dady-Long-Legs terus menarik minta pembaca baru dan berbagai adaptasi dibuat berdasarkan novel ini, mulai dari drama panggung, beberapa film layar lebar, hingga drama komedi musikal di Inggris yang berjudul Love from Lucy. Kelanjutan kisah perjalanan Judy Abbott diterbitkan pada tahun 1914 dengan judul Dear Enemy. Dan di tahun 1915, Jean Webster menikah dengan Glenn Ford McKinney, dimana ia disibukkan dengan membagi waktu  dan tinggal di dua tempat, sebuah apartemen di New York City yang menghadap ke arah Central Park, dan sebuah rumah di Berkshire Hills. Tragisnya, ia meninggal dunia di tahun berikutnya, sehari setelah melahirkan putrinya yang dipanggil Little Jean.

[ more about the author and related works, just check at here : Jean Webster | Just Patty‎ (Novel) | on Goodreads  ]


Best Regards,

No comments :

Post a Comment