WELCOME

For everyone who love classical stories
from many centuries until millenium
with some great story-teller around the world
these is just some compilation of epic-stories
that I've read and loved so many times
... an everlasting stories and memories ...

Translate

Friday, February 8, 2013

Books "OLIVER TWIST"



Judul Asli : OLIVER TWIST
Copyright © by Charles Dickens
Penerbit Bentang
Alih Bahasa : Reni Indardini
Editor : Nunung, Dyna, Ika
Desain Sampul : Tyo
Ilustrasi Isi : Wilsa Pratiwi
Cetakan II : Agustus 2011 ; 578 hlm
[ Review in Indonesia & English ]

Pernahkah Anda berpikir bagaimana seandainya kita dapat memilih dilahirkan pada suatu kehidupan tertentu dan orang tua pilihan? Tentunya masing-masing memiliki Impian serta keinginan yang berbeda-beda. Namun satu hal yang pasti, tidak seorang pun yang mau dilahirkan dalam kondisi buruk, miskin, dan terlunta-lunta. Nah demikian pula bocah yang bernama Oliver Twist. Ia dilahirkan di sebuah penampungan bagi kaum papa di sudut kota kecil di Inggris, tanpa diketahui siapa ayahnya apalagi kerabat atau keluarganya, semenjak kematian sang ibu setelah melahirkan dirinya. Diberi nama oleh Pengurus Panti, dimasukan dalam jajaran daftar nama anak-anak yang tak diketahui asal-usulnya. Tanpa masa lalu, tanpa masa depan, hanya bertugas untuk bekerja sebagai budak bagi yayasan penampungan, hingga tiba waktunya bagi Oliver untuk ‘dijual’ pada harga yang pantas.

[ source ]
Perlakuan kejam, kelaparan, serta siksaan serta deraan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang Oliver jalani. Meski demikian, ia memiliki jiwa serta kekuatan pikiran, untuk bukan hanya bertahan tetapi berusaha untuk mencari jalan keluar dari himbitan yang menyesakkan hatinya. Perjalanan kehidupan Oliver penuh dengan warna-warni. Di satu sisi, dengan perlakuan kasar bahkan nyaris keji, entah bagaimana ia masih menyimpan sebuah ‘kemurnian jiwa’ di sudut terjauh di dalam hatinya. Kebaikan hati yang sangat jarang ia temui, mampu memberikan kekuatan tersendiri, meski sangat kecil dan lemah, tapi mampu menyalakan semangat hidup yang nyaris padam dalam dirinya.
“Kita akan bertemu setelah aku mati, tapi tidak sebelumnya. Aku tahu dokter pasti benar, Oliver, sebab aku memimpikan Surga, Malaikat, dan wajah-wajah ramah yang tak pernah kulihat saat aku terjaga. Kecup aku,” kata anak itu sembari memanjat gerbang rendah dan mengalungkan lengan kecilnya yang kurus pucat ke leher Oliver. “Selamat jalan, Sobat! Tuhan memberkatimu.”
[ ~ last conversation between Little Dick to Oliver Twist ~ | p. 69 ]
[ source ]
Oliver Twist dalam pelarian !!! Ia menempuh perjalanan sulit dan jauh dalam kondisi mengenaskan, hingga mencapai kota London, Inggris, hanya berbekal harapan dalam hatinya. Ketika sebuah uluran serta tawaran akan kehidupan yang lebih menyenangkan datang dari sosok bocah asing di kota yang penuh dengan hiruk-pikuk serta ketidak-acuhan terhadap nasib bocah terlunta-lunta bagai gelandangan, maka Oliver menerima tanpa berpikir panjang. Dan dimulai perkenalannya dengan sosok bernama Fagin – pria tua aneh yang mengelola kediaman yang berisikan bocah-bocah dari berbagai macam latar belakang. Kehidupan yang ditawarkan sangat menarik, bisa makan dengan enak, bisa tidur dengan nyaman di atas pembaringan yang empuk (jauh lebih bagus daripada tempat tidur yang selama ini ditempati oleh Oliver), dan teman-teman baru yang menarik. 

[ source ]
Oliver terjerat dalam pesona serta daya tarik Fagin dan sahabat barunya : Jack Dawkins atau yang dikenal dengan julukan ‘The Artful Dodger’ – hingga suatu hari ia mampu melihat kenyataan apa sebenarnya yang mereka lakukan sebagai mata pencaharian. Dan ketika kesadaran mulai terkuak di benaknya, segala sesuatunya telah terlambat. Oliver terjebak dalam situasi yang sulit sekaligus berbahaya, ia bukan saja pelarian namun tersangka pelaku tindak pidana (yang sebenarnya tidak ia lakukan). Bagaimana Oliver mampu mengelak dari kejamnya dunia terhadap sosok bocah tanpa asal-usul, senantiasa dicurigai dan dijatuhi ‘vonis’ negatif oleh masyarakat umum ? Bagaimana ia mampu menjaga kejujuran serta keteguhan hatinya saat derita serta cobaan silih berganti terjadi pada dirinya ?

[ source ]
Kisah ini cukup menyentuh sekaligus membawa diriku terhanyut dalam petualangan menegangkan sekaligus mengerikan silih berganti. Sebuah kisah klasik yang dikenal karya penulis ternama, yang sayangnya baru kukenal lebih dalam saat membaca kisah ini untuk pertama kalinya. Perkenalanku dengan kisah ini dimulai dari adaptasi mini-seri karya BBC yang sudah dikenal sebagai produsen adaptasi karya-karya klasik ternama, terutama karya Charles Dickens. Entah apakah memang sengaja adaptasi tersebut dibuat dengan tema serta alur kisah yang lebih ‘menyenangkan’ – kesan yang kudapat tidak terlalu mendalam, sangat berbeda setelah diriku selesai membaca buku ini. Dalam buku ini penggambaran karakter serta sifat manusia dari sudut pandang yang paling buruk dan keji, mampu menimbulkan kengerian serta membangkitkan imajinasi-ku akan karakter-karakter unik dari dunia kegelapan – suatu hal yang benar-benar tidak direkomendasikan sebagai bacaan anak-anak.

[ source ]
Berbeda dengan karya tulis (novel) pada masa tersebut, Dickens mampu meramu kombinasi antara drama dengan thriller serta dunia supranatural – sesuatu yang sedikit janggal, dan anehnya justru memberikan ‘kehidupan’ tersendiri bagi karakter-karakter tertentu. Lewat kisah ini, sebuah dunia yang tak pernah dikenal oleh pandangan umum (atau sengaja tak dipedulikan oleh kalangan berada) , kisah kehidupan masyarakat terbuang, tentang kebobrokan mental, keserakahan, kekejian serta perilaku menyimpang, semua hal yang disembunyikan dari sudut terkelam manusia...dijabarkan dengan fasih melalui ‘pandangan’ bocah bernama Oliver Twist. Bocah ini meski dihajar dengan deraan serta siksaan yang mampu merubah sudut pandang hidup seseorang, justru mampu menunjukkan sedikit ‘sinar’ tentang kasih sayang serta sisi lain dari kehidupan terburuk yang dialami oleh manusia. Dan ini sebuah awal yang bagus, yang membuatku semakin penasaran dengan karya-karya Dickens yang lain (^_^).

My Random Though :
[ source ]
I actually finished reading this book on January when the Classics Readathon start. As my first Dickens’ book (yeah, quilty as charge, how can I join Classics Club when never know or read some of his books), I found my self starting ‘really-like’ his works. My imagination and unreasonable reluctant to read some of Dickens, ‘cause afraid not to understood nor even like it, well now had erase from my ‘head’ and Dickens are listed on my reading schedule. Then my fellow Dickensian got this special event in Celebrating the 201st year Dickens Birthday’s on February 7th 2013, it’s a perfect time to do another Dickens starting with Oliver Twist !!!

My first reaction after finished reading it, there’s so many different perspective between the movie adaptation and the book. I found the original story are not ‘so sweet’ as the describesion on the movies...I can say this story are not meant to be children’s literature, at least not for young readers, more appropriate for teenager and adult. But the good news is, this book also give so many inside and deep though on how people with so many differensies on their religion, belief, wealthy and poor, abandon and treated well, all of them finally got the same things in this cruel and hard life. Everyone got the choice to decide whether you gonna do the right things or you just ignore and give an excuse to blame others while doing the wrong things in your own life. It’s a very simple themes, simple story, but yet give a beautiful-feeling after reading it.  

“Oliver Twist” are include in my RC on :
1st book in Dickens Literature’s and Celebrating 201th Dickens
5th book in Children’s Literature RC 2013
7th book in 2013 TBR Pile
39th book in The Classics Club

[ more about this author, books and related topic, check on here : Charles Dickens | Oliver Twist | Movies Adaptation (2005) ]
 
Best Regards,

4 comments :

  1. i got this for my final assignment. lots of interpretation we can get, lots of perspectives we can share.

    ReplyDelete
  2. Oliver Twist was my first Dickens too, and it's a great book and still one of my favorite Dickens' stories. You're right, despite the movies (especially the musical), it's not a sweet book nor appropriate for children. I first read it when I was in my teens and it was and is tough to read some of the scenes.

    Nancy is a really interesting character--so loving to Oliver, but so desperate for family that she will stay with Sykes and work for Fagin.

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Yang terbitan Bentang ini sudah cukup langka, coba cek terbitan lain, ada diva press dan atria jika tidak salah.

      Delete