WELCOME

For everyone who love classical stories
from many centuries until millenium
with some great story-teller around the world
these is just some compilation of epic-stories
that I've read and loved so many times
... an everlasting stories and memories ...

Translate

Thursday, March 15, 2012

Books "POLLYANNA GROWS UP"


Judul Asli : POLLYANNA GROWS UP
Penulis : Eleanor H. Porter
Penerbit : Orange Books
Penerjemah : Rini Nurul Badariah
Editor : Azzura Dayana & Dee
Cetakan ke-01 : September 2010 ; 374 hlm

Review :
Pollyanna kembali … gadis cilik yang mulai beranjak remaja, dengan ‘permainan Sukacita’ yang mampu mempengaruhi para pembaca dengan antusias serta pikiran positif yang senantiasa melingkupi perjalanan hidupnya serta orang-orang di sekelilingnya.

Kali ini kisah berlanjut setelah pemulihan kondisi Pollyanna, kehidupan pernikahan Bibi Polly dan Dr. Chilton, serta kenalan-kenalan lama Pollyanna, bahkan ia mendapat banyak kenalan baru ketika menjalani kehidupan di kota lain, di Boston saat ia memiliki tugas yang tanpa disadarinya sekali lagi merubah hidup orang-orang yang ditemui, disapa, ditemani, serta diajak bercakap-cakap. Petualangan Pollyanna berlanjut dengan seru dan berbagai musibah baru justru menempa sosok Pollyanna menjadi lebih dewasa, hingga ia harus memilih jalan mana yang akan ditempuhnya demi masa depan dirinya sendiri, terutama jika hal tersebut berhubungan dengan siapa yang akan menjadi pasangan hidupnya (^_^) … ya, si kecil Pollyanna akan menjadi gadis dewasa yang menarik semua pihak, termasuk para pembaca setianya.  

Sinopsis :
Pollyana sudah pulih dari kecelakaan fatal yang menyebabkan dirinya harus menjalani terapi yang cukup lama untuk dapat membuatnya berjalan kembali. Dan Pollyanna mampu mengembangkan kemampuan dirinya dalam mengolah ‘permainan Sukacita’ semasa dirinya menjalani terapi di Sanatorium. Ia mendapat banyak teman-teman baru dan membantu sekian banyak orang, sesama pasien, para perawat bahkan dokter-dokter yang mengawasi Sanatorium tersebut.

Namun tetap Pollyanna merasa sangat gembira ketika akhirnya ia pulang kembali ke Beldingsville, apalagi sekarang bukan hanya dirinya dan Bibi Polly saja, namun Dr. Chilton yang telah menjadi Paman Chilton yang sangat dikasihinya, senantiasa menemani mereka, membuat kehidupan di Beldingsville semakin semarak dan gembira, penuh kasih sayang, 
sangat berbeda dengan ketika pertama kali Pollyanna tiba di sana.

Dan dalam waktu singkat, Pollyanna kembali terlibat dalam rutinitas kehidupan yang menyenangkan, bertemu dan bercakap-cakap dengan kawan-kawan lama, seperti John Pendleton serta anak angkatnya – Jimmy Bean yang segera berganti menjadi Jimmy Pendleton, anak yatim-piatu yang ditemukan Pollyanna. Hampir semua penduduk Vermont menyambut gembira kehadiran gadis yang merubah suasana di lingkungan desa tersebut. Namun tak berapa lama, terdengar kabar yang membuat mereka sedikit khawatir, karena Pollyanna kemungkinan akan pergi ke kota lain.

Berita itu ternyata benar. Salah seorang perawat di sanatorium dan kenalan baik Dr. Ames yang telah merawat Pollyanna hingga pulih kembali, bernama Della Wetherby, meminta bantuan agar Pollyanna bersedia tinggal menemani kakaknya Ruth Carew di Boston, karena beliau percaya pengaruh Pollyanna mampu membuat kakaknya keluar dari keterpurukan emosi dan jiwa akibat musibah bertubi-tubi yang menimpa dirinya. Bibi Polly – sekarang menjadi Mrs. Chilton merundingkan hal tersebut dengan suaminya, dan kebetulan selama musim dingin mendatang mereka hendak bepergian ke Jerman berdua, maka kabar ini serta permintaan khusus dari Dr. Ames membuat mereka mempertimbangkan Pollyanna untuk tinggal di Boston. Singkat cerita persetujuan dicapai dan dalam waktu dekat Pollyanna akan berangkat. Namun tidak semua menyambut gembira hal tersebut. Termasuk sahabat karib Pollyanna, Jimmy Pendleton, yang jadi ‘uring-uringan’ karena belum lama Pollyanna kembali ke kediamannya, sekarang sudah mau pergi lagi, cukup lama pula …

Sementara itu Mrs.Ruth Carew sedang menjalani kehidupannya yang sepi dan muram, tanpa seorang pun berani mengganggunya ( kecuali adiknya Della ), sudah mulai menyesali keputusan yang diambilnya setelah desakan Della, untuk menerima Pollyanna di kediamannya selama musim dingin. Ia tak mampu membayangkan gangguan yang akan dialaminya, mengusik rutinitas yang sudah dijalaninya sekian lama. Ruth Carew, salah satu dari tiga bersaudara Wetherby, dengan Della dan Doris, merupakan gadis yang bahagia. Kehidupan keluarga tersebut berubah ketika Doris menikah dengan John Kent – pria yang tidak disetujui keluarga Wetherby, namun ketika Jamie – putra mereka lahir, ia menjadi kesayangan semua pihak. Hingga Doris meninggal ketika Jamie berusia empat tahun, disusul menghilangnya John Kent dengan membawa serta putra satu-satunya. Ruth kemudian menikah, namun pernikahan tersebut hanya setahun, suaminya meninggal disusul dengan kematian putranya dalam usia sangat belia. Ruth patah hati dan yang menjadi sasaran penyesalan adalah kehilangan jejak Jamie – kemenakannya, mesti berdua dengan Della sudah berusaha mencari, namun baik John Kent dan putranya, bak lenyap di telan bumi. Maka Ruth Carew menjadi sosok yang getir dan muram, mengurung diri dan bersikap ketus dan dingin terhadap siapa pun. Dan saat keduanya bertemu, sosok Ruth Carew dan Pollyanna, terjadi sesuatu yang mengejutkan bagi keduanya.

Dan keajaiban kembali terjadi, Pollyanna dengan ‘permainan Sukacita’ yang memenuhi hatinya, mulai menunjukkan berbagai reaksi pada berbagai orang. Walaupun tidak semua orang menerimanya, Pollyanna berusaha tidak berkecil hati, kehidupan di desa kecil dimana sebagian besar masyarakatnya ramah dan mengenal satu sama lain, sungguh sangat berbeda dengan kota besar Boston, satu sama lain saling asing dan tak mau berusaha mengenal ataupun bersikap ramah pada sesama. Di sini pula Pollyanna melihat kehidupan yang tak pernah ia temui, adanya perbedaan besar antara kaum berada dengan masyarakat miskin dengan kediaman kumuh.

Hati Pollyanna yang tersentuh atas ketidak-adilan tersebut, berusaha semampunya membantu kaum yang tak punya, apalagi ia kemudian berkenalan dengan pemuda menarik bernama James yang senantiasa duduk di kursi roda, dengan kakak angkatnya Jerry Murphy sang penjual surat kabar yang menemani Pollyanna saat ia tersesat pertama kali di Boston ( seperti biasa Pollyanna bersikap seperti di kediamannya, berjalan-jalan sendiri di kota besar tanpa pendamping dan tanpa berpamitan dengan penghuni di Commonwealth Avenue, wilayah kediaman elite kediaman Mrs. Ruth Carew ), serta gadis penjaga toko bernama Sadie Dean.

Namun yang menjadi perhatian utama Pollyanna adalah bagaimana ia dapat membantu Mrs. Ruth Carew menemukan Jamie-nya terkasih, dan saat ia bertemu dengan  James sekeluarga, sebuah rencana segera terbentuk dalam benaknya, guna membantu dan membahagiakan semua pihak. Akan tetapi ternyata pelaksanannya tidak semudah yang dibayangkan, berkali-kali kondisi tidak mendukung, bahkan reaksi masing-masing pihak juga tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan, sungguh kali ini Pollyanna harus bekerja keras.

Best Regards,
* HOBBYBUKU *

No comments :

Post a Comment